Setiap menit adalah kenangan. Ketika saya melakukan sesuatu yang sepertinya tidak memiliki nilai apa-apa, tindakan ini adalah kenangan.
Misalnya saya makan. Sepertinya makanannya terlalu asin, karena saya memberinya garam berlebihan. Ini akan menjadi kenangan, sejarah kecil agar saya memperbaikinya jika saya harus masak lagi.
Banyak sekali perilaku yang telah menjadi pelajaran sebenarnya, tetapi kita lupa mendokumentasikannya. Lupa menjelaskan apa yang salah. Akhirnya kesalahan terus berulang-ulang di masa yang akan datang.
Maka, saya kira penting menuliskan pengalaman. Terutama pengalaman negatif. Agar jadi pelajaran berharga di masa ketika kita membutuhkan untuk memperbaiki diri.
Orang Indonesia rata-rata adalah tidak mengerti literasi. Tidak banyak membaca, sehingga tidak bisa menuliskan kata-kata. Tidak banyak menulis, sehingga banyak kenangan hilang.
Sungguh jika kenangan itu adalah kebiasaan harian, maka itu tidaklah masalah. Namun jika yang hilang adalah penemuan dari hasil olah pikiran, maka itu sungguh sangat disayangkan.
Maka dari itu, cobalah mulai sekarang biasakan menyimpulkan kenangan. Silahkan buat videonya atau sekedar foto. Tetapi yang paling penting adalah tulisan. Karena perasaan, pikiran, tidak mungkin bisa kita abadikan menggunakan kamera DSLR pun.
Komentar
Posting Komentar