Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Opini

Duka Al Khoziny duka semua pesantren

 Sudah seminggu lebih evakuasi korban robohnya musholla di Ponpes Al Khoziny Buduran Sidoarjo . Sudah banyak korban. Sudah banyak tangisan. Pun banyak pula pihak yang menyalahkan. Bagi santri , musibah ini adalah duka bersama. Bukan hanya duka korban, pengasuh, pengurus pesantren Ponpes Al Khoziny, tetapi duka semua pesantren seluruh Indonesia.  Dalam kultur pesantren , semua santri adalah saudara. Tidak melihat dari mana asal mereka, atau status sosial mereka. Ketika saya bertemu orang yang bersarung di mana saja, saya seringkali bertanya, santri mana? Suasana langsung cair, dan keasingan berubah menjadi keakraban ketika tau dia adalah santri. Apalagi santri dari pondok pesantren yang sama. Lalu kami mengajak ngobrol basa-basi ala pesantren. Kadang guyon. Dan itulah khas kami sebagai santri.  Ketika santri Ponpes Al Khoziny mengalami musibah besar, maka betapa hati ini ikut hancur. Kasihan mereka yang menjadi korban. Kasihan keluarga korban. Kasihan pengasuhnya juga, ya...

Ini alasan saya suka membaca nyaring

Saya senang membaca nyaring. Setiap kali ada kesempatan membaca buku di rumah, saya berusaha baca teks bacaan dengan nyaring. Apa alasannya?  Ternyata membaca nyaring membantu saya pelan-pelan menghilangkan kebiasaan belibet saat bicara. Secara tidak langsung, membaca nyaring membantu saya meningkatkan kemampuan publik speaking.  Metode ini saya temukan di buku The Read-Aloud Handbook karya Jim Trelease. Juga dalam buku Free Writing karya Hernowo. Kedua buku ini, salah satu poin utamanya adalah mendorong pembiasan membaca nyaring untuk menguatkan artikulasi bicara.  Poin yang lain dari buku ini, dan ini yang paling pokok, adalah mengajak kita untuk sesering mungkin membacakan buku pada anak. Meskipun anak MASIH BELUM BISA BICARA.  Buku ini membuka mata saya, bahwa membaca buku dengan nyaring kepada anak ternyata punya kekuatan yang luar biasa. Bukan hanya tentang mengeja huruf atau mengenali kata, tapi ini lebih tentang membangun jembatan emosional dengan...