Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Diary

Ikut Majelis Arridwan, Ini Pesan Habib Jamal - Cerita Hudaifi

Saya ikut majlis Arridwan, Senin, 8 September 2025 di sepanjang Jalan Kyai Parseh, Bumiayu. Saya bersama istri dan anak. Naik motor ke sana. Karena tidak punya mobil. Sehingga kedinginan saat terkena angin malam.  Habis sholat isya saya berangkat. Terburu-buru. Padahal gak ada ketentuan waktu. Tapi, ya begitulah. Saya bisa apa kalau istri nyuruh saya buru-buru. Seperti memburu sesuatu. Sampai di sana ternyata memang se ramai itu. Pantas istri ngajak buru-buru. Jika tidak, maka tidak kebagian tempat di depan. Untungnya ada Ayu. Dia teman istri saya. Yang sejak sebelum isya' sudah dekosin tempat, agar tidak ditempati yang lain.  Cowok cewek di majlis Ar ridwan harus pisah. Maka saya pisah. Istri duduk di paling depan dekat layar proyektor. Saya duduk paling belakang dari panggung, pas sebelum proyektor. Bisa bayangkan gak posisi saya dengan istri? Simpelnya, saya dan istri duduk bersebelahan. Saya di utaranya layar proyektor, istri di selatannya.  Anak saya Zaki, yang palin...

Saya tidak mau kuliah part2 -Cerita Hudaifi

Setelah benar-benar masuk Ma'had Aly, beda lagi ceritanya. Yang katanya nitip nama saja, ini malah 1 minggu full tidak ada kata libur. Bahkan hari Jumat dan Minggu, tidak libur. Satu-satunya libur adalah saat tanggal merah. Semester 1 saya lalui dengan sangat melelahkan. Karena setiap hari masuk. Setiap hari pula mondar-mandir ke Annur-Wonokoyo-rumah: kuliah-ngajar MTs-ngajar diniyah. Hingga pada akhirnya nyerah.  Pagi-pagi ke Annur untuk nganter makanan untuk dijual di kantin pondok. Agak siang dikit ngajar di MTs Wonokoyo. Jam 10.00 kuliah sampai jam 13.00. Jam 4 ngajar Diniyah Annur. Malam habis isya' ngajar lagi di sini sampai jam setengah sembilan malam. Cukup melelahkan. Semester kedua saya mengajukan berhenti. Terlalu sibuk. Apalagi saya mulai bekerja jadi konten writer di media online yang sehari dituntut menulis 10 artikel. Ditambah kadang masih disuruh antar jemput ponokan yang sekolah di Sawojajar. Yang jaraknya setengah jam dari rumah.  Malam itu saya b...

Saya tidak mau kuliah part #1 - Cerita Hudaifi

Juni, 2021 lalu, saya diminta ngajar di Annur 1 oleh Gus Anwarul Asror. Beliau kenalan saya dulu di pondok. Dan alhamdulillah saya dipertemukan lagi dengan beliau setelah saya memutuskan mukim di Malang. Saya diminta ngajar karena beliau melihat saya tidak punya kegiatan. Bayangkan, 2 bulan menikah tapi belum punya kegiatan (pekerjaan). Di rumah hanya mondar-mandir: ke dapur, kamar, toilet, dan pergi njajan menghabiskan sisa uang bowoan. Di bulan Juli itu, uang saya benar-benar habis. Pekerjaan tidak punya. Motor tidak punya. Saya berangkat ngajar naik ojol. Setiap hari. Seminggu setelah itu, saya diantar jemput oleh pengurus yang suka ngebut: Hulul Futuhul Hannan.  Tidak lama kemudian, Gus Asror (begitu saya memanggilnya), meminjamkan motor untuk saya gunakan sebebas-bebasnya; untuk ngajar, jalan-jalan, dan lain-lain. Ribuan terimakasih saya haturkan kepada beliau atas kebaikannya. Sekitar satu minggu saya ngajar, Mudir pondok ngajak saya kuliah. Hah? Kuliah?  Say...

Selamat datang di blog saya, Cerita Hudaifi

Selamat datang di blog saya: Cerita Hudaifi Blog ini lahir dari kegelisahan sederhana: terlalu banyak cerita di kepala, tapi memori HP penuh. Jadi, saya pindahkan ke sini. Saya seorang penulis. Kadang serius, kadang lebay. Kadang juga nulis sambil rebahan, karena konon ide bagus suka datang pas badan malas bergerak. Saya juga seorang minimalis. Jangan salah paham. Minimalis bukan berarti dompet tipis. Beda. Minimalis itu seni punya barang secukupnya, biar hidup nggak ribet. Walau, ya, dompet tipis kadang memang ikut mendukung gaya hidup ini. Dan ya, saya suka curhat. Kalau orang lain curhat di status WhatsApp, saya pilih curhat di blog. Lebih lega. Lebih panjang. Lebih bisa dihapus kalau malu. Isi blog ini? Campur-campur. Ada cerita sehari-hari. Ada renungan hidup. Ada humor receh. Semua ditulis dengan gaya santai, seolah-olah kita lagi ngobrol sambil ngopi. Jadi, kalau Anda betah di sini, anggap saja kita sudah teman lama. Kalau tidak betah… ya, jangan pergi dulu. Siapa tahu besok say...

Memulai Dari Nol - Cerita Hudaifi

Cerita Hudaifi - Hari ini saya memulai dari nol. Apanya? Membuat blog dan menulis untuk mengisinya. Sudah berkali-kali saya bikin blog. Lalu mati karena tidak tahu mau diarahkan ke mana. Saya ingin memulai ngeblog lagi dari awal. Ingin menulis lagi. Karena saya suka menulis. Dulu. Sebelum berkeluarga. Dan keterampilan itu hilang setelah istri setiap hari nyuruh saya cari duit, nyuci baju, momong anak, bersih-bersih rumah, dan nganterin beli jajan..😂 Di blog ini, saya ingin mengasah skil menulis saya yang mulai tumpul. Saya ingin menulis di sini. Menulis apa saja. Entah itu ilmu, opini, aktivitas sehari-hari, dan perasaan. Sebulan lalu saya menulis diary di buku. Tentang perasaan. Rasa malas, sedih, tertekan, dan harapan. Semua rasa itu membuat saya tidak bisa produktif: malas ngajar, malas ngonten, malas beribadah, dan lain-lain. Alhamdulillah , setelah menyalurkan isi hati lewat tulisan dengan jujur, hati jadi plong. Semangat untuk produktif tumbuh lagi.  Berkaca dari itu, saya i...